Senin, 01 Oktober 2012

Lomba Kompetensi Siswa


Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya diharapkan mampu mendorong pendidikan vokasi di tiap kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional. Sebab, pendidikan vokasi akan berpengaruh pada pengurangan jumlah kemiskinan dan pengangguran di setiap daerah. Lomba yang diikuti oleh siswa SMK ini mengkompetisikan puluhan bidang sesuai dengan kompetensi keahliannya. Dan untuk LKS SMK ke 21 Provinsi Jawa Tengah tahun 2012 ini mempertandingkan 50 mata lomba. Lomba tersebut terbagi dari, teknologi dan industri, teknologi informasi, pariwisata, bisnis manajemen dan pekerjaan sosial, pertanian perikanan dan kelautan, serta kriya seni dan kesehatan. LKS ini diikuti oleh 1.800 peserta dari 35 kabupaten/kota se Jateng. Pembukaan lomba dilakukan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Nur Hadi Amiyanto dengan menyerahkan piala juara umum kepada panitia dan tuan rumah yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin dan Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Provinsi Jateng Kartono di Halaman Balai Kota Semarang, Selasa (18/9) petang. Pada sambutannya Nur Hadi mengatakan, kebijakan vokasi ini bukan untuk mengesampingkan pendidikan SMA, karena mereka diproyeksikan untuk melanjutkan kuliah. Sedangkan, SMK diorientasikan sebagai pusat pendidikan dan pelatihan. ''Diharapkan LKS kali ini pemenangnya mampu mewakili Jateng ke nasional mengingat prestasi 2012 sebagai juara umum,'' tuturnya. Plt Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang diwakili Plt Sekda Kota Semarang, Adi Tri Hananto mengatakan, komitmen Kota semarang dalam mengoptimalkan peran ditandai dengan kenaikan angka partisipasi kasar (APK) dan jumlah SMK dan SMA, 64% banding 36%. Kondisi itu meningkat dibandingkan tahun lalu de

Minggu, 16 September 2012

Insiden Jabat Tangan Terry-Anton

Insiden jabat tangan John Terry dengan Anton Ferdinand jadi perhatian di pertandingan QPR kontra Chelsea Sabtu kemarin, 15 September 2012. Diketahui kedua pemain yang terlibat kasus rasisme itu menolak bersalaman usai prosesi tos koin sebelum pertandingan dimulai.

Adalah Anton Ferdinand yang menampik uluran tangan Terry. Selain itu adik kandung dari bek Manchester United, Rio Ferdinand tersebut juga menolak berjabat tangan dengan Ashley Cole.

Sementara banyak pihak menyoroti indisen itu, manajer QPR sendiri, Mark Hughes malah menolak untuk membahasnya. Bekas pelatih Manchester City tersebut lebih fokus kepada keberhasilan timnya merampas satu poin dari tangan tim asuhan Roberto Di Matteo.

"Semua orang fokus pada insiden jabat tangan, namun tidak dengan kami," tegas Hughes dikutip Sky Sports.
"Kami lebih peduli kepada lawan yang tak merupakan juara Eropa. Kami sangat senang karena pada laga itu bisa menampilkan performa meyakinkan," sambungnya.

Selain Anton, ternyata ada pemain QPR lain yang menolak berjabat tangan dengan Terry dan Cole. Dia adalah penggawa anyar yang baru didatangkan dari Manchester United awal musim ini, Park Ji-Sung.