

Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang
rutin diselenggarakan setiap tahunnya diharapkan mampu mendorong
pendidikan vokasi di tiap kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.
Sebab, pendidikan vokasi akan berpengaruh pada pengurangan jumlah
kemiskinan dan pengangguran di setiap daerah. Lomba yang diikuti oleh
siswa SMK ini mengkompetisikan puluhan bidang sesuai dengan kompetensi
keahliannya. Dan untuk LKS SMK ke 21 Provinsi Jawa Tengah tahun 2012 ini
mempertandingkan 50 mata lomba.
Lomba tersebut terbagi dari, teknologi dan industri, teknologi
informasi, pariwisata, bisnis manajemen dan pekerjaan sosial, pertanian
perikanan dan kelautan, serta kriya seni dan kesehatan. LKS ini diikuti
oleh 1.800 peserta dari 35 kabupaten/kota se Jateng.
Pembukaan lomba dilakukan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa
Tengah, Nur Hadi Amiyanto dengan menyerahkan piala juara umum kepada
panitia dan tuan rumah yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Kota
Semarang Bunyamin dan Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan
Provinsi Jateng Kartono di Halaman Balai Kota Semarang, Selasa (18/9)
petang.
Pada sambutannya Nur Hadi mengatakan, kebijakan vokasi ini bukan untuk
mengesampingkan pendidikan SMA, karena mereka diproyeksikan untuk
melanjutkan kuliah. Sedangkan, SMK diorientasikan sebagai pusat
pendidikan dan pelatihan. ''Diharapkan LKS kali ini pemenangnya mampu
mewakili Jateng ke nasional mengingat prestasi 2012 sebagai juara
umum,'' tuturnya.
Plt Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang diwakili Plt Sekda Kota
Semarang, Adi Tri Hananto mengatakan, komitmen Kota semarang dalam
mengoptimalkan peran ditandai dengan kenaikan angka partisipasi kasar
(APK) dan jumlah SMK dan SMA, 64% banding 36%. Kondisi itu meningkat
dibandingkan tahun lalu de